jump to navigation

Kisah Anak Magang (1) September 15, 2008

Posted by amazonic in awalan.
trackback

Tragedi Monas

Sama-sama

Rasa-rasanya pernyataan ini masih berlaku sekarang, “Belum dianggap datang ke Jakarta, jika tidak singgah di tugu berpuncak emas”. Ya.. Monas adalah landmarknya Kota Jakarta. Monas adalah sepenggal kisah kota ini, seperti Jam Gadang di Bukittinggi, Patung Liberty di New York.

Sejarah Monas menyiratkan makna euforia kegemilangan. Gagasan mendirikan monumen ini terwujud 17 Agustus 1961. Saat bangsa ini baru berumur 16 tahun. Pemancangan tiang pertamanya dilakukan Presiden RI pertama, Soekarno.

Bagi yang penasaran dengan sejarah monumen dengan puncak berlapis emas 32 kg ini, mohon maaf saja dahaga keingintahuannya tidak akan terpuaskan ditulisan ini. Saran saya, buka internet lalu tanyakan ke om google. Atau baca novelnya Es Ito yang berjudul Rahasia Meede, ada sejarahnya di sana. Bahkan ada intrik dan kisah ratusan tahun silamnya juga.

Yang ingin saya ceritakan adalah naifnya (atau mungkin kegairahan) remaja ndeso dari Ranah Minang. Alkisah, pada 2003 silam sejarah mencatat lima ABG lucu, gagah dan imut telah menjejakan kakinya di Puncak Monas. Mereka adalah Harfianto Gani, Adial “Shahrukh” Khalis Sultanda, Afte Unandar, Refi Ikhtiari, dan si PNS Arif Ferdian.

Saat itu lima laki-laki dewasa nanggung dikit ini lagi magang (Istilah kerennya KPST) di PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang Banten. Ini adalah pengalaman pertama mereka bekerja di pabrik. Tak tanggung-tanggung selama 35 hari, kelimanya ditempa “bekerja” di perusahaan penghasil kertas itu. Ada sukanya, tapi lebih dominan dukanya (ntar saya tuliskan pengalaman jadi “gembel” di Serang).

Sama2Ternyata jadi anak magang ngak ada enaknya. Menggebu-gebu di awal, lunglai di tengah akhirnya redup di ujung. Satu minggu pertama dilalui dengan bosan dan capek. Meski tetap ada secercah gairah, karena pembimbing saya, Adial dan Refi, yang punya nama Sriyono Anjilin, adalah tokoh yang benar-benar luar biasa. Dia mampu mengobati semua rasa dengan gayanya nan jenaka.

Di masa-masa magang inilah, berandalan Andalas (istilah Sriyono kepada kami bertiga) itu mengajak dua bandit Andalas lainnya, Afte dan Arif (kami beda labor) jalan-jalan. Selama 5 minggu melakukan kerja praktek, tiap Sabtu dan Minggu kami pasti malala. Minggu pertama ke Bogor, Minggu kedua ke Monas, Minggu ke tiga ke tempat keluarga masing-masing, Minggu ke empat maharam di kosan (soalnya duit mulai seret) dan Minggu ke lima pulang kampung.

Hehhe..agak locat-loncat (emang kodok). Nah cerita ke Monas adalah cerita paling menarik. Ada suspen didalamnya. Penuh hentakan anti klimaks. Berawal dari naik bis di Terminal Pakupatan Serang, berakhir jalan kaki ke Monas dari Tanah Abang.

Capek, emosi labil dan keringatan, sudah pasti. Tapi itu semua terobati saat melihat pantulan kemuning warna matahari dari puncak menara runcing itu. Makin dekat makin bergetar hebat dada kami. Bukan karena ekstase tapi dehidrasi dan pegal-pegal.

Ternyata bukan cuma lima remaja ndeso ini saja yang kebelet liat Monas. Bersama mereka ada Ronald, Deki (anak 2000 juga) dan ratusan wong ndeso lainnya yang lagi antri beli tiket masuk Monas. Saya berguman dalam hati, apa sih menariknya sebuah tugu.

Afte menjawab, “Kita ke puncak aja, biar bisa bawa pulang emasnya”. Satu demi satu kita antri naik lift ke puncak Monas. Ngak butuh waktu lama untuk nyampe ke atas. Hanya beberapa menit saja. Dan saat di lift inilah terjadi tragedi.

Ada yang ketut saat lift melaju naik. Dan pelakunya adalah salah satu berandalan Andalas itu. Meski tidak ada bukti kongrit, tapi saat bau alam bawah itu tercium, ada yang senyum mesem-mesem. Buktinya pernyataan berikut : “Ternyata kentut di dalam lift itu nikmat”. Yang dilontarkannya saat kami beranjak pulang dan Jakarta sudah mulai gelap. (nto)

Komentar»

1. Matoraru Fajuri Arifu - September 16, 2008

Hahaha.. Terdakwanyo pasti alah lungga klepnyo tu ma nto… NN terdakwanyo mah.. hahaha..

2. rahma070 a.k.a rambo - September 16, 2008

Kira-kira gw agak tau sia si NN tu mah, kan hanya 1 org yg selalu mengumandangkan kentut itu nikmat, gw pikir di ATM saja, ternyata di lift jjuga bo, huuaahh, sadis kawan kita ni rupanya

3. nda bocet - September 16, 2008

dah jelas tersangkanya afte gilo
sia nan hobi kantuik kalo ndak inyo??? :lol:

4. nanang - September 16, 2008

iyo lah lungga klep paja ntun mungkin mah….
dek acok naik Scorpio Z mah ndak prend….he…he…
ndak talok Scorpio Z ko klua dr Perawang doh…..ha…ha….

5. nda bocet - September 17, 2008

hahahahahahahaha…….. klep ma nan lungga ko?? :x

6. Matoraru Fajuri Arifu - September 17, 2008

Sado kelpnyo lah lungga.. getaran Scorpio Z ko gadang na, po lai di jalan nan banyak lubang.. lungga sampai sekrup2 nyo.. hahaha…

7. samuik - September 19, 2008

hantahlah mak..
hantah jalan nan banyak balubang…..
hantah lubang nan banyak bajalan ….ha…ha……haaaaaaaaaa..

8. Matoraru Fajuri Arifu - September 24, 2008

emang lubang bisa bajalan? bak po pulo citoe tu?

9. nda - September 24, 2008

halaahh jadi ngota ttg lubang

@nald
lubang ma nan bajalan??

10. ronald - September 24, 2008

tanya afte…untuk yang satu ini OK…..

11. Matoraru Fajuri Arifu - September 25, 2008

Afte tu lubangnyo alah lungga.. lah agak payah.. hahahaha.. lubang apo kok lah carito ko ha… ntah apo2 se..

12. nda - September 25, 2008

ogah ah
ngga usah aje dahh, kalo nanyo ka afte
bantuaknyo agak mengerikan dweeh :p